motivasi dan keberbakatan

KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

OLEH KELOMPOK:

Nama:

1.       Mila Faila Shofa              (A520085046)

2.       Nestya Dyah Anggraini (A520085016)

3.       Sri Rejeki                         (A520085004)

4.       Dewi Indratini                 (A520085006)

5.       Susilowati                         (A520085003)

6.       Afriyan Qoharani           (A520085005)

 

1.      Hubungan antara motivasi dan keberbakatan.

Hubungan antara motivasi bisa di katakan sangat erat, dengan alasan bahwa keberbakatan mensyaratkan keterkaitan antar 3 faktor pribadi (Renzulli, 1981 dalam Utami Munandar, 2002) yaitu:

a.       Kemampuan di atas rata-rata (intelligensi)

b.      Kreativitas

c.       Motivasi/ pengikatan diri terhadap tugas

Khususnya untuk karakteristik yang ketiga adalah pengikatan diri terhadap tugas, merupakan bentuk motivasi internal yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya meskipun mengalami hambatan atau rintangan. Menyelesaikan tugas adalah tanggung jawabnya karena pribadi yang berbakat telah mengikat dirinya terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri. Galton (dalam Vernon, 1982 dalam Utami Munandar, 2002). Meskipun menganut pandangan dasar genetic untuk keberbakatan, namun ia percaya bahwa motivasi intrnsik dan kapasitas untuk bekerja keras merupakan kondisi yang perlu untuk mencapai prestasi unggul.

Banyak anak yang mempunyai potensi intelektual dan kreativitas yang tinggi tidak berprestasi sesuai dengan potensi unggulannya karena kurangnya motivasi. Oleh karena itu motivasi sangat mempengaruhi perkembangan anak yang berbakat. Anak berbakat tidak akan bisa mewujudkan potensi bakatnya tanpa adanya motivasi.

Untuk pengembangan keberbakatan secara optimal, selain perlunya motivasi intrinsik seperti penjelasan di atas, motivasi dari luar/ motivasi ekstrinsik juga sangat berperan. Anak berbakat memerlukan motivasi dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Motivasi disini berupa dorongan kepada anak, agar anak berbakat dapat memunculkan potensi unggulannya.

Berikut ini beberapa contoh bentuk motivasi yang dapat dilakukan orang tua dan guru untuk membantu dan membina anak berbakat:

  1. Mengajarkan anak untuk mengharapkan keberhasilan
  2. Menyesuaikan pendidikan anak dengan minat dan gaya belajarnya.
  3. Memberi pengertian kepada anak bahwa belajar memerlukan keuletan untuk mencapai keberhasilan.
  4. Menanamkan kepada anak untuk belajar menghadapi kegagalan.

2.      Pengertian stimulasi sikap inovatif

Stimulasi sikap inovatif adalah rangsangan yang diberikan kepada anak usia dini khususnya anak berbakat, agar anak mempunyai sikap inovatif, yakni sikap dimana anak mampu menghasilkan sesuatu yang baru, mempunyai kelancaran, kelenturan atau keluwesan dalam berpikir, orisinalitas dalam berpikir serta mengungkapkan ide-idenya untuk mengatasi permasalahan.

Cara membangun dan mengembangkan

a.       Memberi kepercayaan terhadap kemampuan anak untuk berpikir dan berani mengemukakan gagasan baru.

b.      Memberi kesempatan kepada anak untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

c.       Memberi kesempatan kepada anak untuk belajar atas prakarsanya sendiri.

d.      Memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada anak usia dini, dimana meminimalkan jawaban ya atau tidak. Hal ini untuk menggali gagasan dan ide anak agar anak dapat berpikir inovatif dan menghasilkan hal-hal baru

e.       Sekolah yang tidak hanya menjejalkan pengetahuan semata, otak  anak tidak hanya menjadi bank informasi, tetapi guru memberi banyak rangsangan sehingga anak bisa berpikir inovatif

f.       Mengusahakan pembelajaran yang menyenangkan kepada anak dan memberikan pengalaman kepada anak, sehingga memberikan inspirasi dan mendukung anak untuk mempunyai ide dan sikap yang inovatif.

3.      Lingkungan yang kondusif dalam pengembangan keberbakatan dan sikap inovatif pada anak usia dini

Pengembangan keberbakatan dan sikap inovatif pada anak usia dini sulit dilakukan tanpa adanya lingkungan yang kondusif. Adapun lingkungan yang mendukung dalam pengembangan keberbakatan dan sikap inovatif pada anak usia dini antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

a.       Lingkungan keluarga

Pendidikan dalam keluarga merupakan awal pengembangan bakat anak usia dini, oleh karena itu alangkah baiknya apabila dalam lingkungan keluarga, khususnya orang tua menciptakan situasi yang kondusif dalam pengembangan bakat dan sikap inovaif pada anak usia dini. Berikut ini beberapa faktor penentu dalam mengembangkan keberbakatan dan sikap inovatif di lingkungan keluarga:

  • Kebebasan

Orang tua yang percaya untuk memberikan kebebasan kepada anak cenderung mempunyai anak kreatif atau besikap inovatif.

  • Respek

Orang tua menghormati anak sebagai individu, percaya akan kemampuan anak, dan menghargai keunikan anak. Apabila orang tua bersikap seperti ini maka anak secara alamiah mengembangkan kepercayaan diri untuk berani melakukan sesuatu yang orisinil dan potensi bakatnya akan muncul.

  • Kedekatan emosi yang sedang

Bakat dan sikap inovatif anak akan terhambat dengan suasana rasa permusuhan, penolakan, atau rasa terpisah. Tetapi emosi yang berlebih jugatidak menunjang pengembangan bakat dan sikap inofatif anak. Oleh karena itu anak perlu merasa bahwa ia disayangi dan diterima tetapi tidak terlalu tergantung kepada oranng tua.

  • Menghargai prestasi anak

Orang tua harus mendorong anak untuk berusaha sebaik-baiknya dan menghasilkan karya yang terbaik, bukan terlalu menekankan pada nilai tinggi.

  • Orang tua aktif dan mandiri

Bagaimana sikap orang tua terhadap diri sendiri amat penting karena orang tua menjadi model utama bagi anak. Oleh karena itu orang tua harus percaya diri dan menpunyai kompeten baik di dalam maupun di luar rumah.

  • Menghargai kreatifitas

Dalam mengembangkan bakat anak, ortang tua harus mendorong anak untuk berbuat kreatif dan menghargai kreativitas anak tersebut.

b.      Lingkungan sekolah

Dalam lingkungan sekolah, yang berperan dalam pengembangan bakat dan sikap inovatif anak terutama adalah guru. Berikut ini usaha guru agar dapat menciptakan lingkungan yang kondusif di sekolah:

  • Menanamkan kepada anak bahwa belajar itu penting, guru juga harus menciptakan situasi belajar yang menyenangkan.
  • Guru harus menghargai anak dan menyayanginya sebagai pribadi yang unik.
  • Guru hendaknya menjadi fasilitator bagi anak. Biarkan anak aktif, guru hanya mendorong untuk membawa pengalaman, gagasan untuk menggali minak dan bakat anak.
  • Guru hendaknya merangsang anak untuk mengungkapkan pendapat dan memunculkan bakat serta sikap inovatifnya, usahakan di sekolah tidak ada tekanan dan ketegangan.
  • Anak diberi kebebasan untuk mendiskusikan masalah secara terbuka baik dengan guru maupun dengan teman sebayanya.
  • Guru hendaknya menempatkan diri sebagai teman bagi anak usia dini dan bersikap demokratis, bekerjasama serta memberi perhatian perorangan demi pengembangan baka dan sikap inovatif anak.

c.       Lingkungan masyarakat

Suatu masyarakat yang berdasarkan hukum-hukum yang adil, memungkinkan kondisi ekonomi dan psikologis yang paling baik bagi warga negaranya, merupakan lingkungan yang kondusif dalam pertumbuhan bakat dan sikap inovatif. Studi dari Gray (dikutip Arteri, 1976 dalam Utami Munandar, 2002) menunjukkan bahwa masyarakat yang sejahtera akan memupuk kreativitas dan keberbakatan. Lingkungan masyarakat  yang menunjang pengembangan bakat dan sikap inovatif bagi anak usia dini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Tersedianya sarana dan prasarana kebudayan, khususnya bagi anak usia dini
  • Keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan
  • Kesempatan bebas terhadap media kebudayaan
  • Menghargai dan dapat memadukan rangsangan dari kebudayaan lain
  • Adanya toleransi terhadap pendapat tingkah laku anak yang berbeda-beda.
  • Masyarakat hendaknya memberikan penghargaan dan penguatan bagi anak yang berbakat.
  • Masyarakat menyediakan kursus, pelatihan, sanggar, dan lain sebagainya untu memupuk bakat dan talenta anak dalam berbagai bidang

One response to this post.

  1. bagi yang baca makalah ini, silahkan comment?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: